Rahasia Kontrasepsi Darurat

Ramalan by Indo Ramalan Kategori: ,


Kehamilan yang tidak diinginkan tentulah ingin dihindari oleh setiap pasangan yang aktif secara seksual, baik karena alasan ketidaksiapan mental, ekonomi dan hal lainnya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kehamilan seperti senggama terputus, berhubungan seksual di saat tidak subur wanita dan yang paling aman dan cukup terjamin keberhasilannya adalah kontrasepsi.

Tetapi bagaimana bila terjadi hubungan seksual dan anda tidak yakin dengan keamanannya. Untuk itulah diperkenalkan kontrasepsi darurat kepada pasangan seksual aktif untuk mengatasi masalah tersebut.

Apa itu kontrasepsi darurat ?
Kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bila digunakan segera setelah berhubungan seksual.

Kapan saya harus menggunakan kontrasepsi darurat ?
Anda dapat menggunakan kontrasepsi darurat, bila terjadi kesalahan dalam memakai kontrasepsi lainnya, misalnya :
*.Kondom bocor, atau terlepas saat senggama atau salah dalam menggunakan.
*.Diafragma (kondom wanita) pecah, robek, atau diangkat terlalu cepat.
*.Gagal saat melakukan senggama terputus (coitus interuptus)
*.Salah menghitung masa subur
*.KB spiral (IUD) anda terlepas atau keluar dari vagina
*.Lupa meminum pil KB lebih dari 2 tablet
*.Terlambat lebih dari 2 minggu untuk suntik KB
Kontrasepsi darurat juga digunakan pada kasus perkosaan dan hubungan seksual yang tidak menggunakan kontrasepsi atau pengaman.

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan kontrasepsi darurat ?
Waktu yang tepat untuk menggunakan kontrasepsi darurat tergantung pada pilihan anda, secara garis besar pilihannya adalah :
1. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau yang lebih dikenal dengan spiral atau IUD (intra uterine device). Waktu yang tepat untuk jenis ini adalah 5 hari pasca senggama dan cukup sekali pemasangan serta bertahan untuk 5-10 tahun kedepan. Hanya saja harganya lebih mahal dan sebaiknya dipasang oleh ahlinya (dokter umum atau dokter spesialis kebidanan atau bidan).
2. Pil hormon, ada berbagai jenis dan kombinasi untuk pil hormon. Sebaiknya diminum dalam waktu 3 hari pasca senggama, diberikan dalam 2 kali pemberian dengan jeda antar pemberian adalah 12 jam.
Kepatuhan dan ketepatan waktu pemberian sangat mendukung kesuksesan jenis kontrasepsi ini.

Bagaimana cara saya mendapatkan kontrasepsi darurat ?
Sayangnya semua jenis kontrasepsi darurat ini hanya dapat diperolah dengan resep dokter saja. Jadi penting untuk anda segera ke dokter spesialis kandungan atau klinik bersalin yang ada untuk mendapat resep.

Apakah aman dalam menggunakan kontrasepsi darurat ?
Saat ini belum ada penelitian yang membuktikan terjadinya thrombosis seperti stroke atau emboli paru pada pemakaian kontrasepsi darurat. Tetapi sebaliknya, tidak juga ada penelitian yang membuktikan keamanannya 100%. Hanya saja, selama ini belum pernah adakasus yang dilaporkan setelah pemakaian kontrasepsi darurat, jadi pilihan initer masuk aman bagi anda.
Efek samping yang timbul pada pemakaian kontrasepsi darurat jenis pil hormon adalah mual dan muntah. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian anti mual dan anti muntah sebelum meminum pil atau memilih pil yang hanya mengandung progesterone saja.
Efek samping lainnya adalah bercak-bercak darah (spotting) atau haid yang datang seminggu lebih cepat atau seminggu lebih lambat pada bulan berikutnya.

Kapan kontrasepsi darurat dinyatakan gagal ?
Bila anda tidak mendapatkan haid pada bulan berikutnya setelah pemakaian kontrasepsi darurat, sebaiknya anda curiga terjadi kehamilan dan segera ke dokter untuk membuktikannya. Walaupun angka keberhasilan kontrasepsi darurat dalam mencegah kehamilan tinggi, sangatlah tidak dianjurkan untuk memakai kontrasepsi ini dalam jangka waktu lama.
Bila anda menginginkan hubungan seksual yang aman, maka pilihan terbaik adalah pengunaan metode kontrasepsi lainnya yang sudah tersedia saat ini.

Sumber : www.nejm.org/amp;www.tanyadokteranda.com/www.gado--gado.co.cc